Logo SIM BK CERIA SIM BK CERIASistem Informasi Bimbingan dan Konseling Kembali ke beranda

01 — Pengenalan Sistem

SIM BK CERIA: Satu Sistem untuk Layanan BK

SIMBK CERIA adalah platform digital terintegrasi untuk menguatkan layanan bimbingan, pembinaan, dan pemantauan siswa berbasis data.

  • Menyatukan peran Guru BK, Guru Wali, dan sekolah.
  • Mencakup asesmen, layanan, serta manajemen kasus siswa.
  • Mendukung implementasi MTSS dan Early Warning System.

02 — Dashboard & Data Master

Pusat Kendali & Data Siswa Terpusat

Dashboard menjadi titik awal untuk membaca kondisi layanan BK dan mengelola informasi utama sekolah secara akurat.

  • Dashboard menyajikan visualisasi data dan rekap aktivitas BK.
  • Data Master mengelola data induk siswa dan Guru Wali.
  • Hak akses tersegmentasi bagi Guru BK dan Guru Wali.

03 — Asesmen

Pemetaan Awal Melalui Asesmen

Intervensi yang tepat dimulai dari pemahaman objektif tentang kebutuhan setiap siswa.

  • AKPD: Alat Kumpul Permintaan Dini dari siswa.
  • AUM/PTSDL mengungkap kebutuhan dan permasalahan siswa.
  • Analisis kebutuhan membantu menentukan program intervensi.

04 — Layanan BK

Pelaksanaan Layanan BK Berbasis Digital

Setiap layanan terdokumentasi secara rapi, mudah ditelusuri, dan siap mendukung evaluasi sekolah.

  • Jurnal Harian Guru BK untuk pencatatan aktivitas yang rapi.
  • Konseling Individu untuk jadwal dan rekam jejak layanan siswa.
  • Bimbingan Kelompok untuk mengelola anggota serta materi.

05 — Guru Wali

Sinergi Guru Wali dalam Pembinaan

SIMBK CERIA memperluas ekosistem pembinaan agar Guru Wali dapat berperan aktif dalam perkembangan siswa.

  • Jurnal Pembinaan Guru Wali untuk aktivitas pembinaan harian.
  • Monitoring Siswa Binaan untuk melacak perkembangan siswa.
  • Jurnal 7 Kebiasaan untuk pembentukan karakter positif.

06 — Disiplin Positif

Membangun Perilaku Positif Siswa

Data kehadiran, disiplin, dan prestasi membantu sekolah membina siswa secara konsisten dan berimbang.

  • Catat absensi dan kejadian disiplin secara terstruktur.
  • Dokumentasikan prestasi sebagai bagian dari perkembangan siswa.
  • Gunakan analisis untuk menentukan pembinaan dan tindak lanjut.

07 — Potensi & Karir

Mengenali Potensi dan Arah Karir

Asesmen potensi membantu siswa memahami kekuatan diri dan merencanakan langkah pendidikan maupun karir.

  • Pemetaan minat dan bakat siswa.
  • Analisis kecerdasan majemuk dan kepribadian.
  • Rekomendasi arah potensi karir berdasarkan data asesmen.

08 — Emosi & Kebiasaan

Pendampingan Siswa yang Lebih Utuh

Perkembangan siswa tidak hanya diukur dari akademik, tetapi juga dari kondisi emosi, mental, dan kebiasaan harian.

  • Pantau kondisi emosi dan kebutuhan dukungan mental.
  • Dampingi pembentukan kebiasaan baik secara rutin.
  • Hubungkan temuan dengan layanan BK yang sesuai.

09 — Relasi & Sosiometri

Memahami Dinamika Sosial Siswa

Hubungan sosial di kelas dapat dibaca lebih jelas untuk mendukung intervensi yang inklusif.

  • Sosiogram memvisualisasikan hubungan sosial antarsiswa.
  • Mengidentifikasi siswa populer, terisolasi, atau terpinggirkan.
  • Menjadi dasar pembentukan kelompok belajar atau bimbingan.

10 — Manajemen Kasus

Penanganan Kasus Terstruktur & Terdokumentasi

Setiap proses penanganan kasus dapat dikelola dari awal sampai tuntas secara transparan dan beretika.

  • Manajemen Kasus mengarsipkan penanganan secara menyeluruh.
  • Persetujuan Konseling mendukung proses approval pihak terkait.
  • Menjaga proses bimbingan tetap beretika dan transparan.

11 — Early Warning System

Sistem Peringatan Dini Akademik & Perilaku

Pencegahan menjadi lebih cepat ketika sekolah dapat mengenali tanda risiko sejak awal.

  • EWS mendeteksi potensi masalah akademik maupun perilaku siswa.
  • Indikator dan ambang batas peringatan dapat dikonfigurasi.
  • Notifikasi dapat diberikan kepada Guru BK dan Guru Wali.

12 — MTSS

Intervensi Berjenjang dengan Sistem MTSS

Setiap siswa mendapatkan bentuk dukungan yang sepadan dengan tingkat kebutuhan mereka.

  • Buat Kasus MTSS untuk memulai penanganan secara berjenjang.
  • Tier 1, Tier 2, dan Tier 3 sesuai tingkat kebutuhan intervensi.
  • Efektivitas intervensi dapat dievaluasi pada setiap jenjang.

13 — Kesimpulan

Sinergi Digital untuk Masa Depan Siswa

Digitalisasi BK bukan hanya mengganti buku jurnal, melainkan memperkuat keputusan dan pendampingan yang lebih bermakna.

  • Terintegrasi: menyatukan data BK, Wali, dan Kesiswaan.
  • Terdokumentasi: mengganti pencatatan manual menjadi basis data tertata.
  • Tepat sasaran: EWS dan MTSS membantu intervensi yang akurat.